Bengkel Bangun - Kelistrikan dan sistim bahan bakar pada Sepeda Motor merupakan kesatuan yang saling berkaitan. Meskipun sistim bahan bakar tak mengalami kendala tapi kelistrikan rusak, maka mesin tidak bisa hidup. Demikian juga jika kelistrikan baik tapi sistim bahan bakar kacau maka mesin juga tidak mau hidup.

Bagi mekanik yang sudah mahir utak atik kelistrikan, memang tak jadi masalah jika sistim kelistrikan rusak, tapi bagi mekanik yang baru terjun kedunia otomotif hal ini sangat membingungkan.

Dan kali ini Bengkel Banhun berbagi ebook yang mengupas tentang sistim kelistrikan untuk sepeda motor. Bisa untuk menambah pengetahuan untuk modal menjadi mekanik handal.

Silahkan download gratis ebook dibawah dengan cara klik gambar ebooknya.



Semoga bermanfaat.

Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Hingga saat ini gonjang ganjing musimnya batu mulia masih saja berlanjut. Baik dari golongan berduit sampai dari masyarakat awam masih saja gandrung dengan yang namanya batu mulia.

Ada seni tersendiri bagi yang hobi mengoleksi batu mulia ini (baca akik). Apalagi bagi yang bisa membentuk atau mengasah sendiri, ada kepuasan tersendiri jika hasil  kerjaannya sudah berbentuk.

Tapi tidak mudah mendapatkan mesin pengasah batu mulia. Bisa browshing di google, rata-rata harga satu set mesin pengasah mencapai jutaan rupiah hingga mendekati 10 jt. Jadi bagi yang modal minim hanya bisa gigit jari.

Tapi bagi penghobi batu mulia yang hanya bermodal pas-pasan bisa coba cara bengkel bangun dengan membuat mesin pengasah batu mulia dari bahan bekas yang tidak lebih dari modal 500 rb.

Bengkel bangun sudah mempersiapkan tutorialnya dalam bentuk ebook format PDF. 


Jika berminat silahkam contak kami ke no 081352980023 hari dan jam kerja.

Maaf kami hanya membaginya bagi yang serius saja.


Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Dalam perbengkelan atau kelistrikan, peranan listrik sangat penting penggunaannya. 

Satu hal yang terkadang sering terlupakan atau dianggap remeh dalam mesin listrik adalah arde / masa / ground. 

Berbagai contoh mesin listrik yang dimaksud meliputi, mesin las, mesin bubut, mesin bor, komputer dll.



Arde biarpun kelihatan sepele tapi menurut fungsinya tidak bisa dianggap remeh, karena menurur fungsinya sangat membantu dan berguna untuk keselamatan pekerja.

Fungsi utama arde adalah untuk mengalirkan kelebihan stroom listrik atau menetralkan kelebihan stroom dengan menyalurkan ke tanah.

Studi kasus, jika pada mesin listrik tersebut mengalami kebocoran isolasi dan mengenai pada body mwsin teesebut maka bisa dipastikan jika tersenggol manusia akan terkena aliran stroom yang ada di body mesin tersebut.

Tapi jika mesin tersebut dipasang arde ,maka aliran stroom yang ada di body akan mengalir ke tanah hingga jika body tersebut tersenggol tidak akan membahayakan karena sudah yidak ada stroom lagi.

Mengingat pentingnya fungsi arde pada perkakas listrik, maka ada baiknya perkakas atau mesin listrik yang ada dilingkungan kerja kita dipasang arde untuk keamanan kita dan sekitar kita.

Read More …

Categories: , ,

Bengkel Bangun - Setelah satu bagian pengelasan selesai maka nyala busur listrik / nyala elektroda harus dimatikan. harus dimatikan. Sebagaimana dalam penyalaan awal pada elektroda lihat artikel sebelumnya [ penyalaan pada elektroda ], dalam mematikannyapun perlu teknik tersendiri untuk hasil maksimal. Karena bukan tidak mungkin dengan mematikan nyala elektroda yang sembarangan akan menyebabkan  ujung akhir pengelasan  terlalu tinggi atau rendah dan yang lebih fatal lagi hasil las akan keropos, maka cara mematikan nyala busur harus benar. 

Untuk memutuskan dan mematikan nyala elektroda las dari benda kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
 
Cara pertama:
 
- elektroda diangkat dan diturunkan sedikit kemudian ditarik keluar.

 

Cara kedua:
 
- elektroda diangkat sedikit dan diturunkan kembali sambil dilepas dengan cara mengayunkan kekiri atas. [Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Teori dan praktek adalah dua keilmuan yang selalu berjalan bersama dan sama sama diperlukan. Untuk itu tak terkecuali dalam pendidikan dasar pengelasan las listrik juga diperlukan juga teori untuk menunjang praktek dikemudian hari.

Berikut beberapa teknik dasar las listrik yang perlu diketahui.

Menentukan besarnya arus listrik 

Besar arus dan tegangan listrik yang digunakan dalam pengelasa harus diatur sesuai kebutuhan. Daya yang dibutuhkan untuk pengelasan tergantung dari besarnya arus dan tegangan listrik yang digunakan. Tidak ada aturan pasti besar tegangan listrik pada mesin las yang digunakan. 

Hal ini berhubungan dengan keselamatan kerja operator las tubuh manusia tidak akan mampu menahan arus listrik dengan tegangan yang tinggi. 

Tegangan listrik yang digunakan pada mesin las (tegangan pada ujung terminal) berkisar 55 volt sampai 85 volt. Tegangan ini disebut sebagai tegangan pembakaran. Bila nyala busur listrik sudah terjadi maka tegangan turun menjadi 20 volt sampai 40 volt. Tegangan ini disebut dengan tegangan kerja. Besar kecilnya tegangan kerja yang terjadi tergantung dari besar kecilnya diameter elektroda. Semakin besar arus yang terjadi. 

Dengan alasan diatas maka pada mesin las pengaturan yang dilakukan hanya besar arusnya saja. 

Pengaturan besar kecilnya arus dilakukan dengan cara memutar tombol pengatur arus. Besar arus yang digunakan dapat dilihat pada skala yang ditunjukkan oleh amperemeter (alat untuk mengukur besar arus listrik) yang terletak pada mesin las. 

Pada masing-masing las, arus minimum dan arus maksimum yang dapat dicapai berbeda-beda, pada umunya berkisar 100 ampere sampai 600 ampere. Pemilihan besar arus listrik tergantung dari beberapa faktor, antara lain: diameter elektroda yang digunakan, tebal benda kerja, jenis elektroda yang digunakan, polaritas kutub -kutubnya dan posisi pengelasan. 

Tetapi dalam prakteknya dipilih atau ditentukan ampere pertengahan, misalnya: untuk elektroda EGOIO, ampere minimum dan maksimumnya adalah 80-120 ampere. Maka ampere pertengahan yang dipilih 100 ampere.
 
Pengaruh arus listrik pada hasil las

Bila arus terlalu rendah (kecil), akan menyebabkan:

a. penyalaan busur listrik sukar dan busur listrik yang terjadi tidak stabil,
b. terlalu banyak tumpukan logam las karena panas yang terjadi tidak mampu melebihkan elektroda dan bahan bakar dengan baik,
c. penembusaun kurang baik,
d. pinggiran-pinggiran dingin.

Bila arus terlalu tinggi (besar), maka elektroda akan mencair terlalu cepat dan menghasilkan:

- permukaan las yang lebih lebar dan datar,
- perembasan terlalu dalam,
- terjadi undercut sepanjang alur las.

Pengaruh kecepatan elektroda pada hasil las 

Untuk menghasilkan rigi–rigi las yang rata dan halus, kecepatan tangan menarik atau mendorong elektroda waktu mengelas harus stabil.

Apabila elektroda di gerakkan:

a. tepat dan stabil, menghasilkan daerah perpaduan dengan bahan dasar dan perembesan luasnya baik.
b. terlalu cepat, menghasilkan perembesan las yang dangkal karena pemanasan bahan bakar dasar
c. terlalu lambat, menghasilkan alur yang lebar. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan sisi las, terutama bila bahan dasar yang dilas tipis. [Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Paku keling adalah batang silinder pendek dengan sebuah kepala di bagian atas, silinder tengah sebagai badan dan bagian bawahnya yang berbentuk kerucut terpancung sebagai ekor, seperti gambar di bawah. Konsruksi kepala (head) dan ekor (tail) dipatenkan agar permanen dalam menahan kedudukan paku keling pada posisinya. Badan (body) dirancang untuk kuat mengikat sambungan dan menahan beban kerja yang diterima benda yang disambung saat berfungsi.

Gambar paku keling 

Penggunaan sambungan keling dapat dipakai untuk :

1. Sebagai sambungan kekuatan dalam kontruksi logam ringan (kontruksi bertingkat, kontruksi jembatan dan kontruksi pesawat pengangkat) pada setiap kontruksi mesin pada umumnya.

2. Sebagai sambungan kekuatan kedap dalam kontruksi ketel, tangki dan pipa dengan tekanan tinggi) tetapi sekarang ketel umumnya dilas. 

3. Sebagai sambungan kedap untuk tangki, cerobong asap pelat, pipa penurunan
dan pipa pelarian yang tidak memiliki tekanan.

4. Sebagai sambungan paku untuk kuliat plat (kontruksi kendaraan dan kontruksi
pesawat udara).

Bahan Paku Keling

Bahan yang biasanya digunakan untuk pemakaian ringan adalah alumunium, untuk pemakaian sedang adalah baja klasifikasi IS : 1148 - 1957 dan IS : 1149 – 1957 untuk struktur konstruksi dengan gaya tarik tinggi. Sedangkan untuk pemakaian berat termasuk yang kedap cairan dan gas adalah baja klasifikasi IS : 1990 - 1962 seperti pada boiler.

Metode Pengelingan

Metode pengelingan (penyambungan paku keling) yang dilakukan pada umumnya tergantung dari jenis pemakaian, yakni :

a. Untuk pemakaian ringan

Gambar paku keling pemakaian ringan

b. Pemakaian sedang

Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan sambungan. Setelah pasangan pelat dilubangi dan paku keling dipasangkan pada lubang, ekor paku dipanaskan dibawah suhu kritis dan ditekan dengan pukulan palu tangan pada cetakan ekor. Sehingga ekor tercetak seperti bentuk kepala.

Gambar paku keling pemakaian sedang

c. Pemakaian berat dan kedap air

Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan dan kerapatan sambungan. Lobang kedudukan paku keling dibuat lebih besar 1,5 mm dari ukuran diameter paku, agar saat ekor paku ditekan oleh mesin pencetak kepala, bahan logam paku yang mulai luluh karena sebelumnya dipanaskan sampai membara pada suhu kritis (600 - 800°C), mengisi ruang antara tersebut. Logam luluh yang tertekan tentu saja akan mengisi sampai ke celah-celah terkecil yang terdapat diantara kedua pelat. Sehingga akhirnya diperoleh sambungan yang kedap fluida. 

Tipe Paku Keling Berdasarkan Bentuk Kepala 

Lembaga standarisasi India menetapkan ada beberapa bentuk kepala paku keling yang dapat digunakan berdasarkan pada jenis pemakaiannya :

Gambar tipe-tipe paku keling

Keterangan Gambar :
1 Kepala bulat/paying
2 Kepala panci
3 Kepala jamur
4 Kepala rata terbenam 120°
5 Kepala rata terbenam 90°
6 Kepala rata terbenam 60°
7 Kepala bulat terbenam 60°
8 Kepala data

Pemakaiannya :
  • Kepala bulat dan jamur digunakan untuk mengeling konstruksi mesin mulai dari pemakaian ringan sampai berat, seperti pemakaian rumah tangga, jembatan,kereta api, bangunan tingkat tinggi dan lain-lain.
  • Kepala rata terbenam digunakan untuk bangunan kedap air dengan permukaan rata,seperti kapal (laut / terbang)
  • Kepala bulat terbenam digunakan untuk bangunan-bangunan kedap dan tahan tekanan tinggi fluida, seperti : ketel, tangki dan lain-lain.
  • Kepala panci digunakan untuk pemasangan dengan palu tangan. [Goes-BB]
Read More …

Categories: ,