Bengkel Bangun - Sebagai bentuk dari teknologi ramah lingkungan, pabrikan otomotif roda dua tergiur untuk meningkatkan teknologi tersebut seperti halnya pada kendaraan roda empat.

Kabar terbaru, Ducati membuat rekaan sepeda motor masa depan dengan teknologi ramah lingkungan (motor listrik)meski belum secara resmi namun rekaan sosok motor sport dengan penggerak elektrik telah beredar di jagat maya.

Dilansir Autoevolution, Sabtu (26/12/2015, desain setang garapan Paolo memiliki bentuk laksana tanduk banteng. Sementara itu, fairing menutupi nyaris seluruh mesin.

Karya dari Paolo Tesio ini memperlihatkan seperti apa sepeda motor Ducati di masa depan. Paolo menggunakan teknik kerajinan modding kit untuk menampilkan rekaan sepeda motor listrik Ducati dalam wujud nyata. 


Sistem motor elektrik saat ini jamak digunakan sebagai penggerak mobil ramah lingkungan. Pabrikan otomotif roda dua tergiur menggunakan sistem elektrik pada sepeda motor mengikuti sukses yang dicapai pada kendaraan roda empat. Rumor menyebut jika motor masa depan Ducati akan dibekali penggerak all wheel drive layaknya kendaraan roda empat. (goes)
Read More …

Categories:

Prajurit asal Indonesia terpilih jadi mekanik terbaik di kapal induk Amerika Serikat USS Bonhomme Richard (LHD 6). Awalnya, saat kapal tersebut turun di Dermaga Benoa Bali, tidak ada yang menyangka kalau salah satu dari 3.000 awak kapal tersebut ada yang berdarah Indonesia asli Cilacap.
"Ya dia keturunan Indonesia, prajurit laut terbaik kami," kata Komandan kapal Rear Admiral (Laksamana Muda) Hugh D. Wetherald menunjuk sosok prajurit berdarah Cilacap seperti dikutip Money.id dari Merdeka.com, Kamis 17 Desember 2015.
Saat kapal induk Amerika Serikat itu hendak meninggalkan Bali, Hugh menyebutkan prajurit terbaik dari Indonesia itu bernama Heru Kurniawan Mansell, usianya 30 tahun.
Tetapi Hugh tidak menyebutkan kedudukan dan posisi putra berdarah Indonesia ini dalam kapal induk negara adidaya tersebut.
Komandan kapal hanya menyebutkan bahwa Heru ahli mekanik pesawat dan helikopter di kapal induk tersebut.
Seorang prajurit Angkatan Laut Indonesia di Benoa Bali menyebutkan, ayah Heru merupakan warga Amerika Serikat dan ibunya yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Heru hidup di Amerika sejak umur dua tahun.
"Soal kapal jadi Laksamana angkatan laut AS, itu tidak tahu saya mas. Tetapi bener sih dia memang ada campuran darah kita," kata anggota TNI AL berangkat Sersan Mayor yang enggan disebut namanya.
Kapal induk milik Amerika Serikat ini tiba di Bali pada 31 Juli lalu, dan akan meninggalkan Bali, Selasa sore, 4 Desember 2015.
Heru diketahui sangat fasih berbahasa Indonesia. Namun sangat tertutup dan sedikit bicara. "Ya dia bisa berbahasa Indonesia, tidak terlalu mau banyak bicara," ujarnya.
Heru merupakan seorang mekanik khusus bagian combat system. Tugas Heru mengurus segala kelengkapan persenjataan di kapal itu, termasuk heli dan pesawat tempur.
Heru sudah menjadi warga negara Amerika Serikat, namun sangat mencintai keluarga ibunya yang berada di Indonesia, bahkan dalam suatu kesempatan dia selalu berkunjung ke Indonesia.
"Kalau secara pribadi, sudah beberapa kali ia ke Indonesia. Tetapi kalau tugas, ini pertama kalinya. Itu kata dia," ucap prajurit di TNI AL Benoa Bali tersebut.
Heru sudah terlibat dalam beberapa misi yang diadakan Armada ke-7 USS Navy yang berpangkalan di Sasebo, Jepang.
Kendati memiliki kemampuan sebagai kapal serang amfibi, namun misi-misi USS Bonhomme Richard (LHD 6) lebih banyak terkait kemanusiaan. Satu di antaranya adalah ikut membantu korban tsunami Aceh.
Kapal induk tersebut membawa 3.000 personel, termasuk 1.800 personel marinir dari United States Marine Corps (USMC). Kapal induk tersebut dilengkapi dengan pesawat tempur jenis AV-8B Harrier sebanyak lima unit, helikopter jenis MV-22B Osprey (42 unit).
Kemudian helikopter jenis AH-1W Super Cobra (6 unit), helikopter angkut jenis CH-53E Super Stallion (5 unit), dan helikopter untuk SAR jenis MH-60S Sea Hawk. (Goes)

Sumber : http://m.money.id/news/mekanik-terbaik-di-kapal-induk-amerika-ternyata-orang-indonesia-151217d.html

Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Kelistrikan dan sistim bahan bakar pada Sepeda Motor merupakan kesatuan yang saling berkaitan. Meskipun sistim bahan bakar tak mengalami kendala tapi kelistrikan rusak, maka mesin tidak bisa hidup. Demikian juga jika kelistrikan baik tapi sistim bahan bakar kacau maka mesin juga tidak mau hidup.

Bagi mekanik yang sudah mahir utak atik kelistrikan, memang tak jadi masalah jika sistim kelistrikan rusak, tapi bagi mekanik yang baru terjun kedunia otomotif hal ini sangat membingungkan.

Dan kali ini Bengkel Banhun berbagi ebook yang mengupas tentang sistim kelistrikan untuk sepeda motor. Bisa untuk menambah pengetahuan untuk modal menjadi mekanik handal.

Silahkan download gratis ebook dibawah dengan cara klik gambar ebooknya.



Semoga bermanfaat.

Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Hingga saat ini gonjang ganjing musimnya batu mulia masih saja berlanjut. Baik dari golongan berduit sampai dari masyarakat awam masih saja gandrung dengan yang namanya batu mulia.

Ada seni tersendiri bagi yang hobi mengoleksi batu mulia ini (baca akik). Apalagi bagi yang bisa membentuk atau mengasah sendiri, ada kepuasan tersendiri jika hasil  kerjaannya sudah berbentuk.

Tapi tidak mudah mendapatkan mesin pengasah batu mulia. Bisa browshing di google, rata-rata harga satu set mesin pengasah mencapai jutaan rupiah hingga mendekati 10 jt. Jadi bagi yang modal minim hanya bisa gigit jari.

Tapi bagi penghobi batu mulia yang hanya bermodal pas-pasan bisa coba cara bengkel bangun dengan membuat mesin pengasah batu mulia dari bahan bekas yang tidak lebih dari modal 500 rb.

Bengkel bangun sudah mempersiapkan tutorialnya dalam bentuk ebook format PDF. 


Jika berminat silahkam contak kami ke no 081352980023 hari dan jam kerja.

Maaf kami hanya membaginya bagi yang serius saja.


Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Dalam perbengkelan atau kelistrikan, peranan listrik sangat penting penggunaannya. 

Satu hal yang terkadang sering terlupakan atau dianggap remeh dalam mesin listrik adalah arde / masa / ground. 

Berbagai contoh mesin listrik yang dimaksud meliputi, mesin las, mesin bubut, mesin bor, komputer dll.



Arde biarpun kelihatan sepele tapi menurut fungsinya tidak bisa dianggap remeh, karena menurur fungsinya sangat membantu dan berguna untuk keselamatan pekerja.

Fungsi utama arde adalah untuk mengalirkan kelebihan stroom listrik atau menetralkan kelebihan stroom dengan menyalurkan ke tanah.

Studi kasus, jika pada mesin listrik tersebut mengalami kebocoran isolasi dan mengenai pada body mwsin teesebut maka bisa dipastikan jika tersenggol manusia akan terkena aliran stroom yang ada di body mesin tersebut.

Tapi jika mesin tersebut dipasang arde ,maka aliran stroom yang ada di body akan mengalir ke tanah hingga jika body tersebut tersenggol tidak akan membahayakan karena sudah yidak ada stroom lagi.

Mengingat pentingnya fungsi arde pada perkakas listrik, maka ada baiknya perkakas atau mesin listrik yang ada dilingkungan kerja kita dipasang arde untuk keamanan kita dan sekitar kita.

Read More …

Categories: , ,

Bengkel Bangun - Setelah satu bagian pengelasan selesai maka nyala busur listrik / nyala elektroda harus dimatikan. harus dimatikan. Sebagaimana dalam penyalaan awal pada elektroda lihat artikel sebelumnya [ penyalaan pada elektroda ], dalam mematikannyapun perlu teknik tersendiri untuk hasil maksimal. Karena bukan tidak mungkin dengan mematikan nyala elektroda yang sembarangan akan menyebabkan  ujung akhir pengelasan  terlalu tinggi atau rendah dan yang lebih fatal lagi hasil las akan keropos, maka cara mematikan nyala busur harus benar. 

Untuk memutuskan dan mematikan nyala elektroda las dari benda kerja dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
 
Cara pertama:
 
- elektroda diangkat dan diturunkan sedikit kemudian ditarik keluar.

 

Cara kedua:
 
- elektroda diangkat sedikit dan diturunkan kembali sambil dilepas dengan cara mengayunkan kekiri atas. [Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Teori dan praktek adalah dua keilmuan yang selalu berjalan bersama dan sama sama diperlukan. Untuk itu tak terkecuali dalam pendidikan dasar pengelasan las listrik juga diperlukan juga teori untuk menunjang praktek dikemudian hari.

Berikut beberapa teknik dasar las listrik yang perlu diketahui.

Menentukan besarnya arus listrik 

Besar arus dan tegangan listrik yang digunakan dalam pengelasa harus diatur sesuai kebutuhan. Daya yang dibutuhkan untuk pengelasan tergantung dari besarnya arus dan tegangan listrik yang digunakan. Tidak ada aturan pasti besar tegangan listrik pada mesin las yang digunakan. 

Hal ini berhubungan dengan keselamatan kerja operator las tubuh manusia tidak akan mampu menahan arus listrik dengan tegangan yang tinggi. 

Tegangan listrik yang digunakan pada mesin las (tegangan pada ujung terminal) berkisar 55 volt sampai 85 volt. Tegangan ini disebut sebagai tegangan pembakaran. Bila nyala busur listrik sudah terjadi maka tegangan turun menjadi 20 volt sampai 40 volt. Tegangan ini disebut dengan tegangan kerja. Besar kecilnya tegangan kerja yang terjadi tergantung dari besar kecilnya diameter elektroda. Semakin besar arus yang terjadi. 

Dengan alasan diatas maka pada mesin las pengaturan yang dilakukan hanya besar arusnya saja. 

Pengaturan besar kecilnya arus dilakukan dengan cara memutar tombol pengatur arus. Besar arus yang digunakan dapat dilihat pada skala yang ditunjukkan oleh amperemeter (alat untuk mengukur besar arus listrik) yang terletak pada mesin las. 

Pada masing-masing las, arus minimum dan arus maksimum yang dapat dicapai berbeda-beda, pada umunya berkisar 100 ampere sampai 600 ampere. Pemilihan besar arus listrik tergantung dari beberapa faktor, antara lain: diameter elektroda yang digunakan, tebal benda kerja, jenis elektroda yang digunakan, polaritas kutub -kutubnya dan posisi pengelasan. 

Tetapi dalam prakteknya dipilih atau ditentukan ampere pertengahan, misalnya: untuk elektroda EGOIO, ampere minimum dan maksimumnya adalah 80-120 ampere. Maka ampere pertengahan yang dipilih 100 ampere.
 
Pengaruh arus listrik pada hasil las

Bila arus terlalu rendah (kecil), akan menyebabkan:

a. penyalaan busur listrik sukar dan busur listrik yang terjadi tidak stabil,
b. terlalu banyak tumpukan logam las karena panas yang terjadi tidak mampu melebihkan elektroda dan bahan bakar dengan baik,
c. penembusaun kurang baik,
d. pinggiran-pinggiran dingin.

Bila arus terlalu tinggi (besar), maka elektroda akan mencair terlalu cepat dan menghasilkan:

- permukaan las yang lebih lebar dan datar,
- perembasan terlalu dalam,
- terjadi undercut sepanjang alur las.

Pengaruh kecepatan elektroda pada hasil las 

Untuk menghasilkan rigi–rigi las yang rata dan halus, kecepatan tangan menarik atau mendorong elektroda waktu mengelas harus stabil.

Apabila elektroda di gerakkan:

a. tepat dan stabil, menghasilkan daerah perpaduan dengan bahan dasar dan perembesan luasnya baik.
b. terlalu cepat, menghasilkan perembesan las yang dangkal karena pemanasan bahan bakar dasar
c. terlalu lambat, menghasilkan alur yang lebar. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan sisi las, terutama bila bahan dasar yang dilas tipis. [Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Paku keling adalah batang silinder pendek dengan sebuah kepala di bagian atas, silinder tengah sebagai badan dan bagian bawahnya yang berbentuk kerucut terpancung sebagai ekor, seperti gambar di bawah. Konsruksi kepala (head) dan ekor (tail) dipatenkan agar permanen dalam menahan kedudukan paku keling pada posisinya. Badan (body) dirancang untuk kuat mengikat sambungan dan menahan beban kerja yang diterima benda yang disambung saat berfungsi.

Gambar paku keling 

Penggunaan sambungan keling dapat dipakai untuk :

1. Sebagai sambungan kekuatan dalam kontruksi logam ringan (kontruksi bertingkat, kontruksi jembatan dan kontruksi pesawat pengangkat) pada setiap kontruksi mesin pada umumnya.

2. Sebagai sambungan kekuatan kedap dalam kontruksi ketel, tangki dan pipa dengan tekanan tinggi) tetapi sekarang ketel umumnya dilas. 

3. Sebagai sambungan kedap untuk tangki, cerobong asap pelat, pipa penurunan
dan pipa pelarian yang tidak memiliki tekanan.

4. Sebagai sambungan paku untuk kuliat plat (kontruksi kendaraan dan kontruksi
pesawat udara).

Bahan Paku Keling

Bahan yang biasanya digunakan untuk pemakaian ringan adalah alumunium, untuk pemakaian sedang adalah baja klasifikasi IS : 1148 - 1957 dan IS : 1149 – 1957 untuk struktur konstruksi dengan gaya tarik tinggi. Sedangkan untuk pemakaian berat termasuk yang kedap cairan dan gas adalah baja klasifikasi IS : 1990 - 1962 seperti pada boiler.

Metode Pengelingan

Metode pengelingan (penyambungan paku keling) yang dilakukan pada umumnya tergantung dari jenis pemakaian, yakni :

a. Untuk pemakaian ringan

Gambar paku keling pemakaian ringan

b. Pemakaian sedang

Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan sambungan. Setelah pasangan pelat dilubangi dan paku keling dipasangkan pada lubang, ekor paku dipanaskan dibawah suhu kritis dan ditekan dengan pukulan palu tangan pada cetakan ekor. Sehingga ekor tercetak seperti bentuk kepala.

Gambar paku keling pemakaian sedang

c. Pemakaian berat dan kedap air

Ditujukan untuk mendapatkan kekuatan dan kerapatan sambungan. Lobang kedudukan paku keling dibuat lebih besar 1,5 mm dari ukuran diameter paku, agar saat ekor paku ditekan oleh mesin pencetak kepala, bahan logam paku yang mulai luluh karena sebelumnya dipanaskan sampai membara pada suhu kritis (600 - 800°C), mengisi ruang antara tersebut. Logam luluh yang tertekan tentu saja akan mengisi sampai ke celah-celah terkecil yang terdapat diantara kedua pelat. Sehingga akhirnya diperoleh sambungan yang kedap fluida. 

Tipe Paku Keling Berdasarkan Bentuk Kepala 

Lembaga standarisasi India menetapkan ada beberapa bentuk kepala paku keling yang dapat digunakan berdasarkan pada jenis pemakaiannya :

Gambar tipe-tipe paku keling

Keterangan Gambar :
1 Kepala bulat/paying
2 Kepala panci
3 Kepala jamur
4 Kepala rata terbenam 120°
5 Kepala rata terbenam 90°
6 Kepala rata terbenam 60°
7 Kepala bulat terbenam 60°
8 Kepala data

Pemakaiannya :
  • Kepala bulat dan jamur digunakan untuk mengeling konstruksi mesin mulai dari pemakaian ringan sampai berat, seperti pemakaian rumah tangga, jembatan,kereta api, bangunan tingkat tinggi dan lain-lain.
  • Kepala rata terbenam digunakan untuk bangunan kedap air dengan permukaan rata,seperti kapal (laut / terbang)
  • Kepala bulat terbenam digunakan untuk bangunan-bangunan kedap dan tahan tekanan tinggi fluida, seperti : ketel, tangki dan lain-lain.
  • Kepala panci digunakan untuk pemasangan dengan palu tangan. [Goes-BB]
Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Dalam pengelasan listrik disamping kelihaian dalam teknik pengelasan, pengetahuan tentang cara setting atau mengatur polaritas juga sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil pengelasan yang maksimal.

Terdapat 2 macam polaritas listrik dalam pengelasan yaitu, polaritas lurus atau DCSP ( Direct Curren Straight Polarity ) dan polaritas balik atau DSRP ( Direct Curren Reverse Polarity ).

Apa itu polaritas pada pengelasan Las Listrik ? Berikut uraian tentang polaritas pada pengelasan Las Listrik:

Polaritas Lurus

Pada polaritas lurus benda kerja dihubungkan pada posisi positip (+) dari mesin las dan elektroda dihubungkan pada posisi negatip (-) dari mesin las. Dengan elektroda bermuatan negatif maka arus bergerak dari benda kerja ke elektroda, 2/3 panas yang dihasilkan dlilepaskan pada benda kerja dan 1/3 lagi di lepaskan pada ellektroda. Konsentrasi panas dari logam dasar menghasilkan penetrasi yang dalam dari lasan.

Dengan demikian dalam polaritas lurus elektron bergerak dari elektroda dan menumbuk logam induk dengan kecepatan tinggi sehingga dapat terjadi penetrasi yang dalam. Karena pada elektroda tidak terjadi tumbukan elektron maka suhu elektroda relatif tidak teralu tinggi, karena itu dengan polaritas lurus dapat digunakan arus yang besar. DCSP digunakan dengan temperatur pelelehan logam induk yang tinggi, untuk kecepatan las yang lambat dan untuk manik-manik yang sempit.

Polaritas Balik

Sedangkan pada polaritas balik (DCRP) benda kerja dihubungkan pada posisi negatip (-) dari mesin las dan eletroda dihubungkan pada posisi positip (+) dari mesin las. Arus bergerak dari elektroda ke benda kerja dimana 2/3 dari panas seluruhnya dilepaskan padta elektroda dan 1/3 " "dilepaskan pada logam induk.

Dalam polaritas balik elektroda menjadi panas sekali, sehingga arus litrik yang dapat dialirkan menjadi rendah. Untuk ukuran elektroda yang sama dalam polaritas balik hanya 1/10 dari besar arus polaritas lurus yang dapat dialirkan. Bila arus terlalu besar maka ujung elektroda akan turut mencair dan akan mengubah komposisi logam cair yang dihasilkan. Konsentrasi panas akan menghasilkan rembesan yang dangkal, dengan endapan logam lasan rata-rata tingg dan menghasilkan lasan yang baik pada lembaran logam. DCRP khusus digunakan untuk posisi datar ( flat position ) karena logam tidak terlalu panas.

Kesimpulan

Jika masih bingung dengan bahasa teknik yang bengkel bangun jelaskan diatas, maka akan bengkel bangun sederhanakan agar lebih bisa dimengerti :

Polaritas Lurus adalah jika stang elektroda bermuatan negatis (-) dan massa bermuatan positif (+) menghasilkan hasil pengelasan dengan penetrasi yang dalam.

Sebaliknya, jika Polaritas Balik jika stang elektroda bermuatan positif (+) dan massa bermuatan negatif (-) maka akan menghasilkan hasil pengelasan dengan penetrasi yang dangkal dan melebar. [Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Jika sebelumnya Bengkel Bangun sudah membahas masalah cara pembuatan ulir dalam atau mur, pada kesampatan kali ini akan membahas bagaimana cara membuat ulir luar atau baud.

Sama halnya dengan alat pembuat ulir dalam atau Hand Taps, alat pembuat ulir luar Sney juga dibuat dari baja karbon tinggi atau baja kecepatan tinggi (HSS),

Sebelum kita melanjutkan bagaimana cara membuat baud atau ulir luar ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu alat sney secara mendetail.

Salah satu macam snei ialah suatu cakram dengan lubang berulir ditengah (pusat). Awal ulir pada kedua sisinya dichamper sehingga membentuk tirus, untuk memusatkan alat pemotong ulir tersebut pada benda kerja dan mempercepat proses pemotongan.

Lubang-lubang yang seragam, sejajar dengan sumbu ulir dan berhenti di bagian ulir, menimbulkan sisi-sisi potong, alur-alur pemotong beram dan ruang untuk membuang beram.
Alat pembuat ulir ini dibelah pada satu tempat untuk memungkinkan pengaturan lebarnya secara terbatas. Pembuat ulir ini di sekelilingnya dilengkapi dengan lubang-lubang penyetel yang berbentuk kerucut untuk mengatur pemotong ulir dalam tangkai alat pemotong ulir.

Rumus pembuatan lubang
Sebelum proses sney dimulai,pastikan benda kerja berdiameter sesuai dengan ukuran sney yang diinginkan. Untuk mengetahui berapa diameter yang sesuai bisa memakai rumus dibawah:

d= D + k
Dimana :
d = diameter benda kerja, satuan dalam mm/inchi
D = diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi
k = kisar (gang).
Contoh :
 
Diameter untuk baud M10 x 1,5 adalah 10 + 1,5 = 11,5 mm 
 
 
Tangkai Sney digunakan untuk memegang sney dan memutarnya. Tangkai itu dilengkapi dengan empat/lima baut yang runcing ujungnya. Baut penahan (di tangkai yang besar dua baut) membantu penempatan snei pada tangkainya. Baut pusat dengan ujung 60o digunakan untuk membuka pemotong secara ringan sedang dua lainnya digunakan untuk mengunci pemotong dalam pemotongan. Jika baut-baut dikeraskan terlalu kuat pemotongan ulir akan patah. Pada pemotongan tertutup, semua baut digunakan untuk menahan pemotong.[Goes-BB]

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Mungkin bagi sebagian tukang las atau welder, las argon masih asing ditelinga dibanding dengan las karbit atau las listrik. Nama "argon" berasal dari kata Yunani αργον berarti "malas" atau "yang tidak aktif", sebuah referensi untuk fakta bahwa elemen hampir tidak mengalami reaksi kimia. Oktet lengkap (delapan elektron) di kulit atom terluar membuat argon stabil dan tahan terhadap ikatan dengan unsur-unsur lainnya. Titik triple suhu 83,8058 K adalah titik tetap yang menentukan dalam Skala Suhu Internasional 1990.



Argon dengan lambang rumus kimia Ar mempunyai sifat tidak ada warna (colorless), tidak ada rasa (tasteless), tidak berbau (odorless), tidak beracun (non-toxic), tidak mudah terbakar (non-flammable), tidak membuat karat (non-corosive) dan salah satu gas yang bersifat Inert. Pada skala dan level industri, gas ini diproduksi di pabrik pemisahan udara yang membagi, menyaring, memampatkan, dan mendinginkan udara menjadi Oxygen (O2), Nitrogen (N2), dan Argon (Ar), namun karena jumlahnya hanya 1% dari atmosfer bumi, hal ini menjadi sulit diproduksi dalam jumlah yang besar dan kadang membuat gas ini menjadi langka di pasaran karena jumlah permintaannya lebih besar dari supply.

Teknik pengelasan dengan las argon tergolong baru dalam dunia welding. Teknik ini tergolong dalam TIG Welding (Tungsten Inert Gas) yaitu proses pencampuran bersama logam reaktif seperti magnesium dan aluminium. Untuk mengoperasikannya butuh panas stabil. Titik didihnya lebih dari 3.000 derajat celcius. Ini yang menjadikan molekul besi bisa menyatu dan hasil lasnya lebih rata.

Jenis gas pelindung biasanya digunakan untuk las TIG adalah argon , helium , atau kombinasi keduanya. Jika digabungkan, kedua gas dapat menjamin kecepatan pengelasan yang lebih tinggi dan penetrasi pengelasan. Argon paling banyak digunakan dalam pengelasan TIG karena argon lebih berat daripada udara dan menyediakan cakupan yang lebih baik pada saat pengelasan.

Teknik pengelasan argon sering dianggap paling sulit dari semua proses pengelasan umum yang digunakan dalam industri. Karena tukang las harus mempertahankan panjang busur pendek/pakan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencegah kontak antara elektroda dan benda kerja.
 
Berikut perbandingan teknik las Argon dengan teknik konvensional lainnya :

1. Sumber Api

Proses pengelasan Argon menggunakan sumber api yang berasal dari listrik yang dihasilkan oleh mesin las berupa travo (inverter). Pada pengelasan karbit, Proses pengelasannya menggunakan sumber api yang berasal dari gas yang dihasilkan oleh perendaman karbit, sedangkan pada las Acetylene (C2H2), gas Asetilen tersebut digunakan sebagai bahan bakar (fuel) untuk membuat sumber api. Pada dasarnya Las Karbit dengan Las Acetylene adalah sama yang membedakan proses perendaman karbit pada gas Acetylene (C2H2) dilakukan di pabrik Asetilin sehingga pengelasan di user atau pemakai lebih bersih karena tidak menghasilkan limbah dari karbit.

2. Sinar Las

Seorang welder atau operator las pada pengelasan argon wajib hukumnya memakai kedok/masker safety pada saat melakukan pengelasan. Hal ini disebabkan radiasi sinar yang dipantulkan oleh sumber api listrik sangatlah terang, oleh karena itu digunakan masker yang dilengkapi kaca hitam yang dirancang untuk meredam atau mengurangi silau pada mata, dan juga agar cairan logam bisa terlihat jelas dan dapat dengan mudah diarahkan. Apabila tidak menggunakan masker las mustahil akan mendapatkan hasil pengelasan yang baik sesuai standar dan tentu akan membuat mata menjadi bengkak dan berair, serta terasa pedih.

3. Alasan penggunaan

Pengelasan Argon lebih bersih dibandingkan pengelasan dengan menggunakan Gas Acetylene (C2H2), las karbit maupun elektroda. Hal ini dikarenakan gas Argon yang digunakan untuk mendukung proses pengelasan hampir tidak menghasilkan limbah atau polusi, hanya mengeluarkan sedikit asap. Sedangkan hasil pengelasan pada material besi yang dilas hasilnya lebih bersih, karena pengelasan jenis ini tidak menimbulkan percikan logam maupun kerak.

4. Rapih dan Halus

Hasil pengelasan Argon sangat mungkin rapi dan halus, serta bisa menjangkau posisi sempit tanpa mengorbankan performance/tampilan, hasil pengelasan tetap bisa kecil dan lurus, dan bisa digunakan untuk material dengan ketebalan logam 50mm atau lebih sampai dengan 1mm bahkan yang lebih tipis lagi.

5. Aplikasi pengelasan Stainless Steel (SS)

Hal ini mungkin akan jadi alasan utama, karena las Acetylene (C2H2) dan karbit tidak bisa digunakan untuk mengelas material besi logam  SS, dan las elektroda/stick masih dapat digunakan hanya untuk material dengan tebal 2mm atau lebih saja, itupun masih meninggalkan percikan atau kerak kotoran yang kadang susah dibersihkan sehingga tidak disarankan untuk pengelasan pada material yang ada kontak langsung dengan produk farmasi, food & baverage dan kosmetik.

Read More …

Categories:

Pengelasan merupakan penyambungan dua bahan atau lebih yang didasarkan pada prinsip-prinsip proses difusi, sehingga terjadi penyatuan bagian bahan yang disambung. Kelebihan sambungan las adalah konstruksi ringan, dapat menahan kekuatan yang tinggi, mudah pelaksanaannya, serta cukup ekonomis. Namun kelemahan yang paling utama adalah terjadinya perubahan struktur mikro bahan yang dilas, sehingga terjadi perubahan sifat fisik maupun mekanis dari bahan yang dilas.

Perkembangan teknologi pengelasan logam memberikan kemudahan umat manusia dalam menjalankan kehidupannya. Saat ini kemajuan ilmu pengethuan di bidang elektronik melalui penelitian yang melihat karakteristik atom, mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap penemuan material baru dan sekaligus bagaimanakah menyambungnya.

Jauh sebelumnya, penyambungan logam dilakukan dengan memanasi dua buah logam dan menyatukannya secara bersama. Logam yang menyatu tersebut dikenal dengan istilah fusion. Las listrik merupakan salah satu yang menggunakan prinsip tersebut.

Pada zaman sekarang pemanasan logam yang akan disambung berasal dari pembakaran gas atau arus listrik. Beberapa gas dapat digunakan, tetapi yang sangat popular adalah gas Acetylene yang lebih dikenal dengan gas Karbit. Selama pengelasan, gas Acetylene dicampur dengan gas Oksigen murni. Kombinasi campuran gas tersebut memproduksi panas yang paling tinggi diantara campuran gas lain.

Cara lain yang paling utama digunakan untuk memanasi logam yang dilas adalah arus listrik. Arus listrik dibangkitkan oleh generator dan dialirkan melalui kabel ke sebuah alat yang menjepit elektroda diujungnya, yaitu suatu logam batangan yang dapat menghantarkan listrik dengan baik. Ketika arus listrik dialirkan, elektroda disentuhkan ke benda kerja dan kemudian ditarik ke belakang sedikit, arus listrik tetap mengalir melalui celah sempit antara ujung elektroda dengan benda kerja. Arus yang mengalir ini dinamakan busur (arc) yang dapat mencairkan logam.

Terkadang dua logam yang disambung dapat menyatu secara langsung, namun terkadang masih diperlukan bahan tambahan lain agar deposit logam lasan terbentuk dengan baik, bahan tersebut disebut bahan tambah (filler metal). Filler metal biasanya berbentuk batangan, sehingga biasa dinamakan welding rod (Elektroda las). Pada proses las, welding rod dibenamkan ke dalam cairan logam yang tertampung dalam suatu cekungan yang disebut welding pool dan secara bersama-sama membentuk deposit logam lasan, cara seperti ini dinamakan Las Listrik atau SMAW (Shielded metal Arch welding).

Sebagian besar logam akan berkarat (korosi) ketika bersentuan dengan udara atau uap air, sebagai contoh adalah logam besi mempunyai karat, dan alumunium mempunyai lapisan putih di permukaannya. Pemanasan dapat mempercepat proses korosi tersebut. Jika karat, kotoran, atau material lain ikut tercampur ke dalam cairan logam lasan dapat menyebabkan kekroposan deposit logam lasan yang terbentuk sehingga menyebabkan cacat pada sambungan las.

Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Bagi pekerja las, ada kabar baik bahwa sekarang ada teknologi mutakhir untuk keselamatan mata saat pengelasan. Dengan adanya kemajuan teknologi disegala bidang tak terkecuali pada kedok las pun tersentuh teknologi yang sedemikian rupa canggihnya, yaitu dengan terciptanya " AUTO DARKENING WELDING HELMET ".


Auto darkening welding helmet atau dalam bahasa kita kedok las otomatis ini cara kerjanya cukup sederhana.Pada keadaan biasa atau dalam posisi tidak mengelas kaca akan berwarna bening transparan dan tembus pandang seperti kaca biasa pada umumnya. Tapi setelah memulai pengelasan maka otomatis warna kaca akan menyesuaikan atau mengatur kegelapannya sendiri sesuai dengan kekuatan sinar yang mengenainya.

Jadi keuntungan dari kita yaitu kita tak perlu repot-repot buka tutup kaca saat pengelasan terjadi. Yang tentu saja akan mengurangi sakit mata kartena terkena bias cahaya pengelasan.

Jika anda membutuhkan kaca las otomatis ini bisa hubungi www.bengkelbangun.com, atau kunjungi tokonya bengkel bangun disini.

Read More …

Categories: , ,

Bengkel Bangun - Pencairan logam saat pengelasan menyebabkan adanya perubahan fasa logam dari padat hingga mencair. Ketika logam cair mulai membeku akibat pendinginan cepat, maka akan terjadi perubahan struktur mikro dalam deposit logam las dan logam dasar yang terkena pengaruh panas (Heat affected zone/HAZ). Struktur mikro dalam logam lasan biasanya berbentuk columnar, sedangkan pada daerah HAZ terdapat perubahan yang sangat bervariasi. Sebagai contoh, pengelasan baja karbon tinggi sebelumnya berbentuk pearlite, maka seelah pengelasan struktur mikronya tidak hanya pearlite, tetapi juga terdapat bainite dan martensite (lihat Gambar dibawah).
 

Perubahan ini mengakibatkan perubahan pula sifat-sifat logam dari sebelumnya. Struktur mikro pearlite memiliki sifat liat dan tidak keras, sebaliknya martensite mempunyai sifat keras dang etas. Biasanya keretakan sambungan las bearsal dari struktur mikro ini.

Gambar dibawah mendeskripsikan distribusi temperatur pada logam dasar yang sangat bervariasi telah menyebabkan berbagai macam perlakuan panas terhadap daerah HAZ logam tersebut. Logam lasan mengalami pemanasan hingga termperatur 1500o C dan daerah HAZ bervariasi mulai 200° C hingga 1100° C. Temperatur 1500° C pada logam lasan menyebabkan pencairan dan ketika membeku membentk struktur mikro columnar. Temperatur 200° C hingga 1100° C menyebabkan perubahan struktur mikro pada logam dasar baik ukuran maupun bentuknya.



Read More …

Bengkel Bangaun - Ada sisi positifnya ada juga sisi negatifnya. Itulah kehidupan. Tak terkecuali juga dalam pengelasan las listrik. 

Sisi positifnya sudah kita ketahui bahwa pada dasarnya sistim pengelasan adalah menyambung dua logam dengan cara dipanaskan. Sedangkan las listrik berupa menyambung dua logam dengan sarana listrik sebagai bahan pemanasnya.


Sedangkan sisi negatifnya, las listrik ada tiga macam yang perlu diwaspadai dalam proses pengelasan. 

  • Sinar Ultraviolet 

Sinar Ultraviolet ini akibatnya bisa dirasakan secara langsung ketika kita sedang melakukan / pada proses pengelasan. Jika terkena kulit, akan mengakibatkan kulit menjadi terbakar dan mengelupas. Dan jika terkena mata, maka akan mengakibatkan sakit luar biasa yang sangat menyiksa. Baca artikel kami bagaimana cara menyembuhkan rasa sakit terkena las listrik

  • Sinar Inframerah 

Bahaya sinar Inframerah ini juga tidak kalah bahayanya dari sinar ultra violet. Jika pada sinar Ultraviolet akibatnya bias langsung dirasakan, maka pada sinar Inframerah ini menyerang secara pelan-pelan dan jangka panjang. 

  • Asap Las

Asap ini jika terkena mata tidak kalah sakitnya seperti terkena sinar yang ditimbulkan, bisa mengakibatkan rasa pedih dan sakit. Karena asap ini bukan sembarang asap yang sekedar asap biasa yang ditimbulkan, tapi dibalik asap ini ada semacam debu yang ikut terbawa kepulan asap yang mengakibatkan asap menjadi tajam di bola mata. Dan jika terhirup juga sangat bahaya, karena butiran-butiran debu sangat tidak baik di paru-paru. 

Dari ketiga bahaya yang ditimbulkan bahaya dari proses pengelasan yang paling aman adalah dengan memperhatikan keamanan keselamatan kerja. Seperti pakaian pelindung las yang standard. Dengan demikian bahaya yang ditimbulkan dari ketiga bahaya tersebut diatas akan terminimalisir.

Read More …

Categories: , ,