On Facebook

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Mengenal Teknologi Idling Stop System (ISS)

Bengkel Bangun - Teknologi terbaru ISS resmi diluncurkan tanggal 20 Maret 2013 pada Skuter matik milik Honda yaitu Vario Techno 125 CBS. Walaupun sebelumnya sudah diaplikasikan pada Honda PCX 150.




Pengertian ISS

ISS adalah singkatan dari Idling Stop System yang berarti Sistim Berhenti Berjalan. Teknologi Idling Stop System (ISS) adalah teknologi yang dirancang untuk mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar saat kondisi diam. ISS akan mematikan secara otomatis dan menyalakan mesin kembali hanya dengan memutar sedikit tuas gas.

Dengan penggunaan teknologi ini maka ketika sepeda motor dalam kondisi aktif berhenti selama 3 detik maka mesin akan mati secara otomatis. Pada saat tuas gas diputar maka mesin akan otomatis menyala. Hal ini akan menmbuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Dengan diterapkan sistim ini Honda Vario Techno 125 CBS ISS mampu mencapai 58,1 km/liter (perhitungan menggunakan metode ECE R40 yang merupakan standar pengukuran dari United Nations Economic Commission for Europe – Organisasi PBB untuk mengukur emisi sepeda motor)

Komponen ISS

ISS Bekerja Didukung Banyak Komponen dan Sensor. Untuk komponen non sensor ada idling stop switch, stand-by indicator dan engine control module (ECM). Sedang untuk sensor injeksi didukung oleh ECT sensor (Engine Coolant Temp), VS sensor (Vehicle Speed), TP sensor (Throttle Position).

Sistim kerja ISS

Aktifkan dulu switch idling stop. Lalu nyalakan mesin dan jalankan motor. Motor dianggap telah berjalan dan digunakan bila memenuhi dua syarat yaitu suhu mesin sudah mencapai 60 derajat dan sudah mencapai kecepatan 10 km/jam.

Setelahnya, VS sensor dan ECT sensor akan memberikan sinyal ke ECM untuk bersiaga, sehingga ketika motor berhenti lebih dari 3 detik, mesin akan langsung mati.

Ketika mesin mati ditandai dengan nyala indikator pada spidometer. Dalam proses ini posisi piston juga akan melakukan swing back atau kembali dalam kondisi tidak melakukan kompresi. Tujuannya supaya tidak ada beban yang terlalu berat saat mesin menyala kembali.

Giliran mesin mau dinyalakan, saatnya TP sensor yang pegang peranan. Ketika selongsong gas diputar, TP sensor memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan mesin agar menyala kembali. Jadi tidak perlu pencet tombol stater lagi, cukup dengan memutar gas saja.

Salah satu komponen lagi yang wajib ada pada idling stop system adalah ACG starter, perangkat starter yang sekaligus menjadi altenator. Pada ACG starter tidak ada lagi dinamo starter konvensional dan mekanisme gigi penggeraknya, sehingga proses menyalakan mesin jadi lebih halus dan mudah.

1 Response to "Mengenal Teknologi Idling Stop System (ISS)"