Bengkel Bangun – Pernahkah motor anda mengalani karburator banjir ?? Kalau motor anda masuk dalam katagori buka bungkus, kejadian karburator banjir memang hampir 100 % tidak akan terjadi. Namun bagi katagori motor yang sudah berumur, karburator banjir sudah menjadi penyakit turunan yang harus segera diatasi.

Penyebab Karburator Banjir

Banyak penyebab karburator banjir dan diantaranya adalah karena tidak rapatnya jarum pelampung yang menutup aliran bahan bakar ke karburator. Karena jarum pelampung ini tidak rapat mnutup bahan bakar yang mengalir ke karburator, maka bahan bakar ini akan terus mengalir dan terbuang melalui saluran pembuangan. Dan jika saluran pembuangan ini tertutup maka aliran bahan bakar ini akan mengalir ke uang bakar. Jika sampai hal ini terjadi maka bisa dipastikan mesin akan susah hidup.

Gambar di atas adalah cara kerja pelampung, jika bahan bakar di ruang pelampung kosong maka jarum akan membuka dan bahan bakar akan turun. Sedangkan jika bahan bakar di ruang pelampung penuh maka pelampung akan naik dan jarum pelampung akan menutup aliran bahan bakar.

Penyebab dari tidak rapatnya jarun pelampung ini menutup bisa disebabkan terganjalnya jarum pelampung oleh pasir atau kotoran yang yang ada pada tangki bahan bakar. 

Dan penyebab lain adalah karena spuyer sudah luka atau tergores sehingga meskipun jarum pelampung sudah menutup tapi masih ada celah untuk bahan bakar tetap mengalir.

Cara Mengatasi Karburator Banjir

Cara menghentikan banjir karburator jika penyebab tersebut diatas adalah sbb: 
  1. Jika Jarum pelampung terganjal oleh kotoran, cara mengatasi sangat mudah. Setelah anda lepas komponen silahkan tiup dengan kompresor tiap-tiap lubang yang ada pada karburator tersebut. 
  2. Jika spuyer yang tergeres atau luka, jika spuyer pada jarum pelampung ini tergores cara mudah adalah dengan menggantui dengan kitnya. Tapi tidak demikian yang Bengkel Bangun ajarkan, Silahkan ikuti cara Bengkel Bangun untuk mengatasi akibat dari Karburator yang banjir karena spuyer tergores.

Skur Spuyer Karburator

Bahan / Alat

1. Cotton bud 
2. Metal Polish 
3. Bensin

Cara Kerja

1. Bongkar komponen karburator 
2. Olesi cotton bud dengan sedikit metal polish 
3. Skur spuyer dengan cotton bud 
4. Lakukan sampai tidak ada kebocoran lagi dan sesekali basahi dengan bensin

Cara tessebut diatas dijamin akan memuaskan jika anda telaten dalam menskurnya. Mengapa dengan metal polish.?? Karean tingkat kekasaran metal polish pas dengan keadaan dari spuyer karburator tersebut. 

Berbeda jika menggunakan skur untuk skur klep yang tingkat kekasarannya terlalu kasar. Jadi tidak cocok dan bahkan akan merusak spuyer dari karburator tersebut.

Read More …

Categories:

Bengkel Bangun - Teknologi terbaru ISS resmi diluncurkan tanggal 20 Maret 2013 pada Skuter matik milik Honda yaitu Vario Techno 125 CBS. Walaupun sebelumnya sudah diaplikasikan pada Honda PCX 150.




Pengertian ISS

ISS adalah singkatan dari Idling Stop System yang berarti Sistim Berhenti Berjalan. Teknologi Idling Stop System (ISS) adalah teknologi yang dirancang untuk mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar saat kondisi diam. ISS akan mematikan secara otomatis dan menyalakan mesin kembali hanya dengan memutar sedikit tuas gas.

Dengan penggunaan teknologi ini maka ketika sepeda motor dalam kondisi aktif berhenti selama 3 detik maka mesin akan mati secara otomatis. Pada saat tuas gas diputar maka mesin akan otomatis menyala. Hal ini akan menmbuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

Dengan diterapkan sistim ini Honda Vario Techno 125 CBS ISS mampu mencapai 58,1 km/liter (perhitungan menggunakan metode ECE R40 yang merupakan standar pengukuran dari United Nations Economic Commission for Europe – Organisasi PBB untuk mengukur emisi sepeda motor)

Komponen ISS

ISS Bekerja Didukung Banyak Komponen dan Sensor. Untuk komponen non sensor ada idling stop switch, stand-by indicator dan engine control module (ECM). Sedang untuk sensor injeksi didukung oleh ECT sensor (Engine Coolant Temp), VS sensor (Vehicle Speed), TP sensor (Throttle Position).

Sistim kerja ISS

Aktifkan dulu switch idling stop. Lalu nyalakan mesin dan jalankan motor. Motor dianggap telah berjalan dan digunakan bila memenuhi dua syarat yaitu suhu mesin sudah mencapai 60 derajat dan sudah mencapai kecepatan 10 km/jam.

Setelahnya, VS sensor dan ECT sensor akan memberikan sinyal ke ECM untuk bersiaga, sehingga ketika motor berhenti lebih dari 3 detik, mesin akan langsung mati.

Ketika mesin mati ditandai dengan nyala indikator pada spidometer. Dalam proses ini posisi piston juga akan melakukan swing back atau kembali dalam kondisi tidak melakukan kompresi. Tujuannya supaya tidak ada beban yang terlalu berat saat mesin menyala kembali.

Giliran mesin mau dinyalakan, saatnya TP sensor yang pegang peranan. Ketika selongsong gas diputar, TP sensor memberikan sinyal ke ECM untuk memerintahkan mesin agar menyala kembali. Jadi tidak perlu pencet tombol stater lagi, cukup dengan memutar gas saja.

Salah satu komponen lagi yang wajib ada pada idling stop system adalah ACG starter, perangkat starter yang sekaligus menjadi altenator. Pada ACG starter tidak ada lagi dinamo starter konvensional dan mekanisme gigi penggeraknya, sehingga proses menyalakan mesin jadi lebih halus dan mudah.

Read More …

Categories: