Home » » Cara Kerja Motor Matic

Cara Kerja Motor Matic

Written By Bagus Sugiarto on Kamis, 25 April 2013 | 06.14

Bengkel Bangun - Mungkin dari pembaca / pengunjung blog ini ada yang penasaran, bagaimana bisa motor matic bisa jalan tanpa ada gigi versnelling seperti motor-motor lain. Secara garis besar sistim kerja motor matik adalah mengandalkan daya sentrifugal.

Berikut penjelasan secara singkat bagaimana mesin matic bekerja.

Mesin matic atau CVT (Continuously Varible Transmission) pada sepeda motor. Ternyata lebih sederhana dari mesin konvensional atau mesin bertransmisi.

Semua komponen CVT terdapat pada boks CVT atau secara kasat mata bentuknya adalah lengan ayun sebelah kiri motor matic, yang terlihat begitu besar dan berat.

Disitu terdapat tiga komponen utama yaitu
  • Puly depan (Drive Pulley), 
  • Puly belakang (Driven Pulley) dan v-belt. 
  • Puly depan 
Puly depan dihubungkan ke crankshaft engine(kruk-as), sedangkan puly belakang dihubungkan ke as-roda. Sedangkan yang menghubungkan puly depan dan puly belakang adalah v-belt.

Pada saat stationer atau putaran rendah, puly depan memiliki radius yang kecil dibandingkan dengan puly belakang atau rasio gigi ringan. Seiring dengan bertambahnya putaran mesin (rpm), maka puly depan radiusnya juga ikut membesar sedangkan puly belakang justru mengecil atau sama dengan rasio gigi berat. 

Untuk kerja v-belt hanya menghubungkan kedua puly tersebut agar dapat berjalan secara bergantian. Jadi saat puly depan membesar maka yang menyebabkan puly belakang mengecil adalah karena desakan dari v-belt, karena panjang v-belt selalu sama pada proses ini.
 
Karena kerja CVT yang linear, maka mesin matik dapat menghasilkan akselerasi yang halus tanpa adanya kehilangan tenaga.

Share this article :


 
Support : Bengkel Bangun Online
Copyright © 2011 - 2021. Bengkel Bangun
Template by Creating Website
Proudly powered by Blogger