Bengkel Bangun - Dalam setiap pekerjaan, selalu kita dihadapkan dengan resiko kecelakaan bila kita tidak menjaga keselamatan kerja. Baik itu pekerjaan berat maupun pekerjaan ringan sekalipun. Tak terkecuali dengan pekerjaan Teknik yang ditekuni.


Untuk mengetahui apa saja resiko kecelakaan tersebut dalam bidang teknik marilah kita telusuri lebih mendalam. Semata-mata kami sajikan artikel ini untuk lebih waspada menjaga keselamatan dalam bekerja, tanpa main-main dan alpa dari keteledoran:

1. Las Listrik

Dalam pekerjaan las listrik resiko yang ditimbulkan adalah bahaya terkena sengatan stroom. Walaupun kelihatannya stroom las listrik tidak berbahaya namun jika tukang las dalam keadaan basah terkena keringat maka aliran stroom yang mengenai akan berlipat ganda kekuatannya. Stroom ini sama seperti aliran listrik 220 V yang bisa mematikan. 

2. Las Karbit

Bahaya yang ditimbulkan dalam las karbit bisa terkena percikan api yang untuk mengelas. dan yang paling parah adalah ledakan tabung karbit jika keamanan tabung terabaikan. Lihat disini untuk perangkat las karbit.

3. Bubut

Untuk menghindari dari kecelakaan ini sebaiknya tukang bubut dalam memakai pakaian kerja jangan sampai kedodoran atau banyak rumbai-rumbai. Berakibat fatal jika hal ini sampai terjadi yaitu putaran mesin bisa menggulungnya.

4. Otomotif

Di otomotif juga tak luput dari resiko kecelakaan jika kurang hati-hati.

Demikian sedikit info tentang keselamatan kerja dan berikut foto-foto kecelakaan kerja.


PERINGATAN !!

Foto-foto tersebut di atas hanya direkomendasikan bagi anda yang ingin melihat. Dan bagi yang ragu sebaiknya jangan membukanya. [Goes-bb]
Read More …

Categories: ,

Bengkel Bangun - Kita sering mendengar jika kita akan mengelas kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil, tukang las ataupun pemilik kendaraan sendiri meminta agar kabel aki agar di lepas dengan alasan agar tidak meledak. Sepanjang pengamatan kami, keyakinan ini sudah meluas hingga seperti suatu keharusan bahwa jika akan mengelas kendaraan kabel aki harus bebas.

Sebelumnya kami telah mengupas tentang Reaksi Kimia Dibalik Kotak Aki. Aki menghasilkan listrik dari reaksi kimia yang salah satu produk sampingannya adalah hidrogen yang sangat mudah terbakar karena panas dari reaksi kimia dalam aki dan juga panas kompartemen mesin. Dari situ kita ambil kesimpulan bahwa, bahaya timbul bila saat itu ada percikan api di sekitar aki, yang bisa menyebabkan aki akan meledak.

Jadi penyebab meledaknya aki adalah karena ada percikan api di sekitar aki tersebut baik pada percikan dalam proses pengelasan atau penyebab lain, jadi bukan akibat proses pengelasannya.

Penyebab yang lain timbul diantaranya

1. Sumber percikan bisa saja dari aki itu sendiri, bisa pula dari keteledoran pengguna, contohnya seperti merokok dekat aki.

2. Pemicu percikan api lain adalah sentuhan antar plat. Dengan bertambahnya usia pakai aki, larutan asam semakin berkurang dan plat tidak lagi terendam. Ini bisa menyebabkan plat melengkung. Ketika kunci stater diputar, permintaan tenaga listrik dalam jumlah besar untuk menggerakkan motor starter bisa menyebabkan plat bengkok itu menjadi lentur yang bisa saja bersentuhan dengan plat lain hingga menimbulkan percikan api.

3. Penyebab paling sering ledakan aki saat start adalah kutub-kutub aki dan kabel yang kotor menghambat jalannya arus listrik dan bisa menimbulkan loncatan bunga api. Selain itu kebiasan men-jumper yang kurang tepat juga riskan. Kebanyakan pengendara salah kaprah dengan memasang kabel jumper ke aki yang bagus, kemudian menyambungkan ke aki lemah. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya percikan api. Biasakan untuk memasang kabel jumper pada aki lemah lebih dahulu, sebelum disambungkan ke aki bagus.

Kesimpulan

Bahwa walaupun dalam mengelas kendaraan tanpa melepas kabel aki tidaklah membahayakan atau menyebabkan ledakan jika aki terbebas dari percikan api saat proses pengelasan.

Artikel ini juga menjawab bahwa kebiasaan melepas kabel aki pada saat pengelasan adalah sekedar ikut-ikutan semata tanpa tanpa tahu kejadiannya. [Goes-bb]

Read More …

Categories: , ,

Bengkel Bangun - Kalau sebelumnya kita telah bahas tentang apa itu Roda Gila maka, maka sekarang kita membahas slip kopling akibat Roda Gila aus. Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa disamping roda gila berfungsi sebagai penyelaras putaran mesin juga berfungsi sebagai pemindah putaran dari mesin ke transmisi melalui kopling. 

Kopling disini diperlukan sebagai pemutus dan penyambung putaran guna keperluan pemindahan gigi di transmisi. Kinerja kopling akan berlangsung lancar jika didukung oleh dua hal yaitu :

1. Kampas kopling dalam kondisi baik dalam arti tidak tipis.
2. Permukaan Roda Gila rata tidak bergelombang akibat gesekan kopling.

Untuk point ke dua ini jika permukaan roda gila dalam keadaan aus dan tidak rata akan berakibat selipnya kopling hingga jalan kendaraan akan mengalami banyak hambatan.

Untuk mengatasi kerusakan tersebut adalah dengan cara dibubut. Berikut bagaimana cara membubut permukaan Roda Gila untuk hasil yang lebih maksimal.

1. Cabut pen yang menancap pada Roda Gila, terserah bagaimana caranya, tapi dalam praktek kami menambah besi dengan cara dilas setelah itu di keluarkan pelan-pelan.


2. Pasang di cekam bubut dan senter seteliti mungkin.


3. Bubut dengan puratan tak lebih dari 200 rpm, lebih lambat malah lebih baik. Karena ini akan berakibat pada hasil akhir pembubutan. Terlalu cepat akan membuat permukaan Roda gila tidak halus dan rata.


4. Timbulkan 0.3 mm dari permukaan yang lain khusus tempat kampas kopling menapak, Ini dimaksudkan untuk memperlambat slip kopling selanjutnya..


5. Pasang kembali pen yang dilepas ketempat asalnya. Jika melepasnya dengan cara dilas, pasang bekas las tersebut di dalam hingga akan terlihat rapi tidak terlihat lasnya.


6. Kini Roga Gila sudah kembali siap pakai.




Kata Kunci


Read More …

Categories: , ,

Tanya:....

arev tyan on 30 Juni 2011 17:46 mengatakan...

tanya kang,,poros gardan itu apa ya?tanya kang,,poros gardan itu apa ya?

Alamat: http://barubelajar-berinama.blogspot.com/


Jawab:....

Poros gardan adalah poros atau as yang berfungsi memindahkan putaran mesin ke as roda belakang yang sudah melewati transmisi. Sedangkan nama lain dari poros gardan antara lain; Propeller shaft, long shaft, dan lain-lain mengikuti lokasi masyarakat yang menamainya. Tapi secara umum adalah As Propeller.




Poros gardan dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga putar dari transmisi ke diferensial (gardan) dengan lembut tanpa dipengaruhi perubahan-perubahan sudut(naik-turun) diferencial akibat ketidak rataan permukaan jalan dan besarnya beban.




Bagian poros gardan yang menyerap perubahan-perubahan sudut tersebut adalah universal joint atau juga Cross join (sambungan silang).




Gambar berikut memperlihatkan susunan mesin, as proppeller, gardan dan roda belakang secara lengkap dalam penampang mobil.



Semoga penjelasan diatas sudah jelas dan mudah dimengerti.

Read More …

Categories: